RESUME BUKU MEDIA PEMBELAJARAN

BAB I
KOMUNIKASI DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

A. Pendahuluan
            Masalah pendidilan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks di mana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Salah satu faktor tersebet di antaranya adalah guru. Keberhasilan guru dalam mentampaikan materi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dengan siswanya. Ketidak lancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang diberikan guru. Proses komunikasi tersebut selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangab zaman dan majunya ilmu pengetahuan. Pada awalnya manusia  hanya mengenal komunikasi melalui suara. Komunikasi semacam ini terbatas pada jarak dekat dan face to face saja.selanjutnya diciptakan komunikasi melalui isyarat, misalnya dengan jalan mematahkan ranting kayu, memukul batu-batuan dan sebagainya.
            Proses komunikasi selalu mengalami kemajuan. Pada abad ke-20 Amerika Serikat telah berhasil mengorbitkan satelit komunikasi “Telstar” keruang angkasa,sehingga terciptalah system komunikasi antar benua tanpa kawat yang dapat mengirimkan gambar beserta suara sekaligus. Pada tahun 1976 di orbitkan pula
satelit “Palapa” di angkasa Indonesia sehingga percakapan antar pualu dapat dilakukan.
            Kemajuan teknolgi dan pengetahuan sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pengajaran. Hal ini berakibat menunutut guru-guru atau staf pengajar harus mampu mempergunakan media khususnya media elektronika dalam proses belajar mengajar.
 
B. Tingkat Pengalaman Manusia
            Manusia memperoleh pengalaman melalui beberapa tingkatan yaitu :
1.      Pengalaman dengan kata-kata
     Pada tingkat ini kata-kata merupakan alat informasi yang utama. Pada tingkat ini, guru menyampaikan informasi kepada anak didik hanya dengan berbicara (verbalisme). Keterbatasan komunikasi dengan katra-kata sering menimbulkan kesulitan dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik. Kadang-kadang guru tidak sadar terus berkata-kata tanpa memperhatikan murid sehingga murid menjadi pasif.
2.      Pengganti pengalaman nyata
      Dalam proses belajar mengajar murid murid tidak hanya mempelajari hal-hal yang ada sekarang tetapi juga peristiwa-peristiwa masa lampau. Penyampaian materi yang berasal dari pengalaman nyata itu diperlukan pengganti yakni dengan mengikut sertakan media pengajaran dalam proses belajar mengajar.
3.      Melalui pengalaman nyata
      Pengalaman nyata merupakan cara pengajaran yang efektif karena dapat mengikutsertakan semua indera manusia. Siswa akan memperoleh pengertian secara langsung dan ikut berpartisipasi di dalam kegiatan yang sedang di bicarakan. Misalnya dalam membuat relief, murid langsung diajak bekerja sama mengerjakannya.

C. Hambatan dalam Komunikasi
       Hambatan- hambatan komunikasi yang ditemui dalam proses belajar mengajat antara lain:
1.      Verbalisme, dimana guru menerangkan pelajaran hanya melalui kata-kata atau lisan. Di sini yang aktif hanya guru, sedangkan merid lebih bersifat pasif, dan komunikasi hanya bersifat satu arah.
2.      Perhatian yang bercabang, yaitu perhatian murid tidak terpusat pada informasi yang disampaikan guru.
3.      Kekacauan penafsiran, terjadi disebabkan berbeda daya tangkap murid, sehingga sering terjadi istilah-istilah yang sama diartikan berbeda-beda.
4.      Tidak adanya tanggapan, yaitu murid-murid tidak merespon secara aktif apa yang disampaikan oleh guru, sehingga tidak terbentuk sikap yang diperlukan.
5.      Kurang perhatian, disebabkan prosedur dan metode pengajaran kurang bervariasi, sehingga penyampaian yang menoton menyebabkan timbulmya kebosanan pada murid.
6.      Keadaan fisik dan lingkungan yang menganggu, misalnya objek yang terlalu besar atau terlalu kecil, gerakan yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
7.      Sikap pasif anak didik, yaitu tidak bergairahnya siswa dalam mengikuti pelajaran disebabkan kesalahan memilih teknik komunikasi.
 
BAB II

SIGNIFIKANSI PENGGUNAAN MEDIA

A. Pengertian Media
            Secara harfiah kata media memiliki arti :perantara” atau “pengantar”. Menurut Association for Education andCommunication Technology (AECT) media dalah segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat di manipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dan dapat mempengaruhi efektifitas program instructional.
            Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.

B. Urgensi Penggunaan Media
            Penggunaan media dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai praktis sebagai berikut:
1.      Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau mahasiswa.
2.      Media dapat mengatasi ruang kelas.
3.      Media memungkinkan adanya interksi langsung antara siswa dengan lingkungannya.
4.      Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
5.      Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis
6.      Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
7.      Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang siswa untuk belajar.
8.      Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari suatu yang konkit sampai kepada yang abtrak.

C. Kriteria Pemilihan Media
            Ada bebrapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain: tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa/mahasiswa, ketersediaan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), mutu teknis dan biaya. Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan antara lain:
1.      Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.      Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media.
3.      Kondisi audien (siswa) darisegi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak.
4.      Ketersediaan media disekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan hal yang perlu  menjadi pertimbangan seorang guru.
5.      Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan disampaikan o\kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil guna, dengan kata lain tujuan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
6.      Biaya yang akan dikeluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang dengan hasil yang akan dicapai.
 

BAB III

MEDIA DAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

A. Guu dan Media Pembelajaran
            Semakin maju perkembangan masyarakat dan ekslarasi teknologi modern, maka semakin besar dan berat tantangan yang dihadapi guru sebagai pendidik dan pengajar di sekolah. Sedikitnya ada 5 tantangan yang dihadapi guru dewasa ini, antara lain:
1.      Apakah guru tersebut telah memiliki pengetahuan/pemahaman dan pengertian yang cukup tentang media pendidikan?
2.      Apakah guru telah memiliki ketermpilan tentang cara menggunakan media dalam proses belajar mengajar di kelas?
3.      Apakah guru mampu membuat sendiri alat-alat media pendidikan yang dibutuhkan?
4.      Apakah guru mampu melakukan penilaian terhadap media yang akan dan telah digunakan?
5.      Apakah ia telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang administrasi media pendidikan?

            Agar seorang guru dalam menggunakan media pendidikan yang efektif, setiap guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan/pengajaran. Pengetahuan tersebut menurut Oemar Hamalik (1985:16) yang meliputi:
1.      Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
2.      Media berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
3.      Penggunaan media dalam proses belajar mengajar.
4.      Hubungan antara metode mengajar dengan media pendidikan.
5.      Nilai dan manfaat media pendidikan.
6.      Memilih dan menggunakan media pendidkan.
7.      Mengetahui berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan.
8.      Mengetahui penggunaan media pendidikan dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan.
9.      Melaukan usaha-usaha inovasi dalam media pendidikan.

B. Prinsip Pemanfaatan Media Pembelajaran
            prinsip-prinsip penggunaan media antara lain:
1.      Penggunaan media pengajaran hebdaknya dipandang sebagai bagian yang integral dari suatu sistem pengajaran dan bukan hanya sebagai alat bantu yang hanya dimanfaatkan sewaktu dibutuhkan.
2.      Media pengajaran hendahnya dipandang sebagai sumber belajar yang digunakan dalam usaha memecahkan masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.
3.      Guru hendaknya benar-benar menguasai teknik-teknik dari suatu media pengajaran yang digunakan.
4.      Guru seharusnya memperhitungkan untung ruginya pemanfaatan suatu media.
5.      Penggunaan media pengajaran harus diorganisir secara sistematis bukan sembarang menggunakannya.
6.      Jika sekiranya suatu pokok bahasan memerlukan lebih dari satu media, maka guru dapat memanfaatkan multy media yang menguntungkan dan memperlancar proses belajar mengajar dan juga dapat merangsang siswa dalam belajar.

            Beberapa syarat umum yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan media pengajaran dalam Ppbm, yaitu:
1.      Media pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.      Media pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar.
3.      Media pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
4.      Media pengajaran juga harus sesuai dengan kodisi individu siswa.
5.      Media pengajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam proses pembelajaran siswa.

            Penggunaan media pengajaran seharusnya mempertimbangkn beberapa hal berikut ini:
1.      Guru harus berusaha dapat mempergakan atau merupakan model dari suatu pesan ( isi pelajaran ) di sampaikan.
2.      Jika objek yang akan diperagakan tidak mungkin dibawa kedalam kelas, maka kelaslah yang diajak kelokasi objek tersebut.
3.      Jika kelas tidak memungkinkan dibawa ke lokasi objek tersebut, usahakan model atau tiruannya.
4.      Bilamana model juga tidak didapatkan,maka guru berusaha membuat sendiri media media sederhana yang dapat menarik perhatian belajar siswa.
5.      Bilamana media sederhana tidak dapat dibuat oleh guru, gunakan papan tulis untuk mengilustrasikan objek atau pesan tersebut melalui gambar sederhana dengan garis lingkaran.

C. Fungsi media Pembelajaran
            Pada saat ini media pembelajaran mempunyai fungsi:
1.      Membantu memudahkan belajar bagi siswa/mahasiswa dan membantu memudahkan mengajar bagi guru/dosen.
2.      Memberikan pengalaman lebih nyata ( yang abstrak dapat menjadi konkrit).
3.      Menarik perhatian siswa lebih besar ( jalannya pelajaran tidak membosankan).
4.      Semua indera murid dapat diaktifkan. Kelemahan satu indera dapat diimbangi oleh kekuatan indera lainnya.
5.      Lebih menraik perhatian dan minat murid dalam belajar.
6.      Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya.

BAB IV

KLASIFIKASI DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN

A. Klasifikasi Media
            Rudi Bretz (1977) mengklasifikasikan cirri utama media pada 3 unsur pokok yaitu suara, visual, dan gerak. Bentuk visual dibagi menjadi tiga bentuk yaitu gambar visual, garis ( linergraphic ) dan simbol. Ia juga membedakan media siar ( transmisi ) dan media rekam ( recording ), sehingga terdapat 8 klasifikasi media:
1.      Media audio visual gerak
2.      Media audio visual diam
3.      Media audio semi gerak
4.      Media visual gerak
5.      Media visual diam
6.      Medio visual semi gerak
7.      Media audio
8.      Media cetak
            Menurut Oemar Hamalik (1985:63) ada 4 klasifikasi media pengajaran, yaitu:
1.      Alat-alat visual yang dapat dilihat, misalnya filmstrip, transparansi, micro projection, papan tulis, buletin board, gambar-gambar, ilustrasi, chart, grafik, poster, peta, dan globe.
2.      Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat didengar misalnya, phonograph record, transripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.
3.      Alat-alat yang bisa dilihat dan didengar, misalnya film dan televisi.
4.      Dramatisasi, bermain peran, sosiodrama, sandiwara boneka, dan sebagainya.
            Di samping itu para ahli media lainnya juga membagi jenis-jenis media pengajaran itu kepada:
1.      Media asli dan tiruan
2.      Media bentuk papan
3.      Media bagan dan grafis
4.      Media proyeksi
5.      Media dengar ( audio )
6.      Media cetak atau printed materials
            Briggs mengidentifikasikan macam-macam media yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu: objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terpogram, papan tulis, media transparasi, film bingkai, film, televisi, dan gambar.
            Sedangkan Gagne membuat 7 macam pengelompokan media yaitu:
1.      Benda untuk didemonstrasikan
2.      Komunikasi lisan
3.      Gambar cetak
4.      Gambar diam
5.      Gambar gerak
6.      Film bersuara
7.      Mesin belajar
            Schramm (1977), memandang media dari segi kerumitan dan besar biayanya. Dia membedakan antara media rumit dan mahal (big media), media sedrhana dan murah (little media).

B. Ciri-ciri khusus
            Kita dapat mengetahui karakteristik media menurut tinjauan ekonomisnya, lingkup sasaran yang diliput, kemudahan kontrolnya oleh si pemakai dan sebagainya. Juga dapat dilihat dari kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan percakapan,maupun penciuman, atau kesesuaiannya dengan tingkat hirarki belajar. Seperti yang dikemukakan Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar tertentu, sebagaimana dikemukakan sebagai berikut: “The question of what media attributes are necessary for a given learning situation becomes the basis for media selection.”
BAB V

MEDIA GRAFIS

            Media grafis termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesab (reserver), dimana pesan dituangkan melalui lambang atau symbol komunikasi visual.selain fungsi umum, secara khusus grafis berfungsi untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.
            Media grafis mempunyai jenis yang bermacam-macam, berapa diantaranya adalah:

A. Media Bagan ( Chart )
            Media bagan adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.
            Menurut Arief S. Sadiman, dkk (1985:35) media ini baik apabila:
1.      Dapat dimengerti oleh anak.
2.      Sederhana dan tugas tidak rumit atau berbelit-belit.
3.      Diganti pada waktu-waktu tertentu agar selain tetap termasa ( up to date ) termasa juga tidak kehilangan daya tarik.
            Ada beberapa jenis bagan diantaranya adalah:
     1. Bagan pohon (Tree chart)
            Bagan pohin ini menggambarkan arus diagram berasal dari akar kebatng, menujung ke cabang-cabang dan ranting-rantimg.. bagan ini juga dapat menggambarkan suatu keadaan pengelompokan.
    


2. Bagan organisasi
            Bagan organisasi adalah suatu bagan yang menggambarkan susunan dan hirarki suatu organisasi. Bagan semacam ini ini dihubungkan oleh garis-garis, dan masing-masing garis mempunyai arti tertentu.
     3. Bagan Arus (Flow chart)
            Bagan arus ini menggambarkan arus suatu proses atau dapat pula menelusuri tanggung jawab atau hubungan kerja antara berbagai bagian atau seksi seperti halnya bagan organisasi.
    4. Bagan Garis Waktu
            Bagan garis waktu atau juga disebut Time Line Chart adalah bagan yang menunjukkan atau yang menggambarkan kronologi atau hubungan peristiwa dalam suatu periode atau waktu.

B. Grafik (Graph)
            Grafik merupakan gambar sederhana yang disusun menurut prinsip matematika, dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan symbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat.
            Fungsik grafik adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
            Beberapa keuntungan menggunakan grafik adalah:
1.         Bermanfaat untuk menerangkan data kuantitatif dan hubungan-hubungannya.
2.         Kemungkinan pembaca untuk memahami data yang di sajikan dengan cepat dan menyeluruh, baik dalam bentuk ukuran jumlah pertumbuhan atau arah suatu kemajuan.
3.         Penyajian angka lebuh cepat, jelas, menarik, ringkas, dan logis.
            
            Sebagaimana dikemukakan oleh Arief S. Sadiman (1986), media grafik yang baik apabila memenuhi syarat sebagai berikut:
1.      Jelas untuk dilihat oleh seluruh kelas.
2.      Hanya menyajikan satu ide setiap satu grafik.
3.      Ada jarak atau ruang kosong antara kolom-kolom bagiannya.
4.      Warna yang digunakan kontras dan harmonis.
5.      Berjudul dan ringkas.
6.      Sederhana (simplicity).
7.      Mudah dibaca (legibility).
8.      Praktis dan mudah diatur (manageability).
9.      Menggambarkan kenyataan (realisme).
10.  Menarik (attractiveness).
11.  Jelas dan tidak memerlukan informasi dan kterangan tambahan (appropiateness).
12.  Teliti (accuracy).

            Ada beberapa jenis grafik, yaitu:
     1. Grafik Garis atau Kurva (Line Graph)
            Yaitu grafik yang menggunakan garis-garis yang terdiri dari garis-garis absis dan ordianat, atau garis horizontal dan vertikal. Grafik ini dapat menunjukkan suatu kedaan atau perkembangan dalam jangka waktu tertentu dengan jelas sekali.
     2. Grafik Batang (Bar Graph)
            Grafik batang juga menggunakan gari –garis yang mengkomunikasikan garis horizontal dan garis vertikal dan dibuat garis bentuk petak-petak. Grafik ini dapat dilihat dengan jelas perbandingan keadaadan dari wakti ke waktu.
     3. Garis Lingkaran (Pie Graph)
            Grafik lingkaran disebut juga dengan circle graph menunujukkan hubungan yang bersifat persentasi atau hubungan frekuensi. Grafik ini berupa sebuah lingkaran yang dibagi-bagi menjadi beberapa sektor. Tiap sektor menggambarkan kategori dat yang telah diubah menjadi bentuk grafik lingkaran.
4.         Grafik Simbol (pictorial graph)
            Garfik symbol ialah grafik yang menggunakan gambar sebagai simbol untuk menghitung jumlah yang digrafiskan.
5.         Grafik Peta dan Globe
            Grafik peta disebit juga kartogram, yang melukiskan keadaan hubungan dengan tempat kejadiannya.
             Secara khusus peta dan globe memberikan informasi tentang:
1.      Keadaan permukaan bumi, dataran rendah, sungai-sungai, gunung-gunung, dan perairan lainnya.
2.      Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat lain
3.      Data ekonomi, seperti hasil pertanian.
            Manfaat dan kelebihan grafik peta dan globe:
1.      Memungkinkan siswa mengerti posisi dan kesatuan politik, perbedaan, ras, dan lain-lain.
2.      Merangsang minat siswa untuk mengetahui tentang penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis, dan sebagainya.

C. Media Diagram
            Diagram merupakan  susunan garis-garis dan menyerupai peta dari pada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian yang lain. Miaslnya diagram untuk menetukan ruang kelas dimana letak dinding, pintu, jendela, kersi, dan papan tulis.

D. Poster
            Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atay dua ide pokok, poster hebdaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas.
            Ciri-ciri poster yang baik adalah:
1.      Sederhana.
2.      Menyajikan satu ide.
3.      Dengan slogan yang ringkas.
4.      Gambar dan tulisan yang jelas.
5.      Mempunyai komposisi dan variasi yang bagus.
E. Karikatur dan Kartun
            Karikatur dan kartun merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting, beda antara poster dan karikatur adalah karikatur kadang-kadang lebih menggigi dan krisit. Sedangkan kide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya adalah senyum dan ketawa.

F. Media Gambar atau Foto
            Foto merupakan media  reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis.
            Kelebihan media gambar atau foto:
1.      Lebih konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika dibanding dengan bahasa verbal.
2.      Dapat mengatasi ruang dan waktu
3.      Dapat mengatasi keterbatasan mata.
4.      Memperjelas masalah dalam bidang apa saja, dan dapat digunakan untuk semua orang tanpa memandang umur.
            Kelemahan media gambar atau foto:
1.      Kelebihan dan penjelasan guru dapat menyebabkan timbulnya penafsiran yang berbeda sesuai dengan pengetahuan masing-masing anak terhadap hal yang dijelaskan.
2.      Penghayatan tentang materi kurang sempurna, karena media gambar hanya menampilkan persepsi indera mata yang tidak cukup kuat untuk menggerakkan seluruh kepribadian manusia, sehingga materi yang dibahas kurang sempurna.
3.      Tidak meratanya penggunaan foto tersebut bagi anak-anak dan kurang efektif dalam penglihatan. Anak yang depan lebih sempurna mengamati sedangkan yang belakang semakin kabur.

            Jenis-jenis media gambar atau foto:
1.      Foto dokumentasi, yaitu gambar yang mempunyai niali sejarah bagi individu maupun masyarakat.
2.      Foto actual, yaitu gambar yang menjelaskan sesuatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan, misalnya gempa, topan, dan lain-lain.
3.      Foto pemandangan, yaitu gambar yang melukiskan pemandangan suatu lokasi.
4.      Foto iklan atau reklame, yaitu gambar yang digunakan untuk mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.
5.      Foto simbolis, yaitu gambar yang menggunakan bentuk simbol atau tanda yang mengungkapkan pesan tertentu dan dapat mengungkapkan kehidupan manusia yang mendalam serta gagasan-gagasan atau ide-ide anak didik.

G. Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran
            Gambar yang terdiri dari garis dan lingkaran merupakan alat yang ampuh untuk menyingkirkan hambatan buta huruf dan kesukaran bahasa.
            Hal yang diperhatikan dalam membuat gambar dengan garis lingkaran menurut Amir Hamzah Sulaiman (1995:112) adalah:
1.      Gunakan warna yang gelap untuk garis dan lingkaran supaya kontras dengan kertas sebagai latar belakangnya.
2.      Jangan ragu-ragu untuk memulai gambar objek yang dimaksud dan pelajari sambil melakukannya.
3.      Gambar-gambar harus besar dan garis-garis harus tebaal agar jelas.
4.      Tentukan terlebih dahulu bidang gambar, pilihlah diantara dua bidang, bidang yang tegak dan datar.
5.      Gunakan satu bidang saja untuk satu objek.
6.      Gunakan seluruh bidang dan jangan biarkan sebagian besar bidang ada yang kosong.
7.      Ada baiknya membuat sketsa lebih dahulu dengan pensil supaya dapat dihapes jika keliru, kemudian dapat digunakan spidol atau tinta.

H. Media Komik
            Komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami. Oleh sebab itu media komik dapat berfungsi sebagai media yang informative dan edukatif. Walaupun demikian, guru harus berhati-hati  sebab seringkali lebih bersifat komersil tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkannya.

BAB VI

MEDIA VISUAL DUA DIMENSI

            Media visual dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksikan dan terdiri dari perngkat keras dan perngkat lunak.. penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk menggerakkan pemakaiannya.
            Ada beberapa jenis media visual dua dimensi antara lain:

A. Overhead Proyector (OHP)
            OHP ditemukan sejak tahun 1930-an yaitu sejak adanya penemuan lensa fresnal yang digunakan dalam OHP.
            Keuntungan dalam penggunaan OHP:
1.      Bersifat konkrit.OHP dapat merangsang indera mata siswa di samping indera telinga melalui kata-kata guru.
2.      Mengatasi ruang dan waktu, benda-benda yang sulit dibawa kedalam kelas  dan kejadian-kejadian masa lampau dapat diperagakan melalui OHP.
3.      Mengatasi kelemahan-kelemahan panca indera.
4.      Transparansi dapat ditulis saat OHP digunakan dan pengontrolan siswa-soswa dengan mudah dapat dilakukan.
5.      Dapat digunakan pada cahaya yang terang karena OHP menghasilkan cahaya yang kuat.
6.      Lebih efektif karena informasi yang disampaikan lebih banyak dalam waktu yang relatif singkat.
7.      Tidak terlalu menggunakan gerak fisik OHP dapat dihidup matikan dan bagian yang belum diterangkan dapat ditutup dengan kertas.
8.      Dapat dipergunakan berulang-ulang.
9.      Dapt digunakan bersama media lainnya seperti papan tulis.
10.  Dapat dipindah-pindah dari satu kelas ke kelas lainnya.
11.  Dapat disorotkan kedinding yang berwarna terang bila tidak ada layer.
12.  Dapat menggunakan warna jika diperlukan.
 B. Slide
            Slide dan filmstrip merupakan media yang diproyeksikan, dapat dilihat dengan mudah oleh para siswa dikelas. Slide adalah sebuah gambar transparan yang diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor. Biasanya ukuran slide 2 x 2 atau 3 x 4 cm.
            Bahan yang digunakan untuk slide:
1.      Etched glass, dapat ditulis dengan tinta, tidak menyebar, dapat dibuat gambar pinggir yang bagus, dan dapat juga ditulis dengan tinta biasa.
2.      Coated glass, dapat dibuat gambar secara terperinci.
3.      Sensitised glass, digunakan untuk slide, fotografi yang tidak dicetak.
            Menurut Andre Rinanto (1982:49-50), sound slide mempunyai keistimewaan yaitu:
1.      Mampu menarik perhatian anak-anak.
2.      Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir, dapat menghindarkan pengertian-pengertian yang abstrak.
3.      Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata kepada anak didik, sehingga dapat menumbuhkan self activity.
4.      Mengembangkan keteraturan dan kontinitas berpikir, dalam sound slide ada beberapa sequence, dan tiap sequence ada message yang akan diungkapkan.
5.      Ikut membantu menumbuhkan pengertian, yang akan mempengaruhi perkembangan bahasa anak.
6.      Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar anak, sehingga memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama menetap didalam diri anak.

C. Film Strip
            Film strip disebut juga film slide, stripfilm, dan still film yang arti dan fungsinya sama. Oemar Malik (1980:90) menjelaskan : “Filmstrip is aroll in 35 mm positive, film which has sprocket holes in both margins and contains a sequence of ficture”. Filmstrip biasanya berisi 50 sampai 75 buah gambar.
            Ukuran filmstrip ada 2 jenis yaitu single frame dan double frame. Keduanya menggunakan film yang berukuran 35 mm.
            Perbedaan slide dengan filmstrip adalah slide berupa gambar-gambar yang terpotong-potong dan diberi bingksi kemudian disusun sebaik mungkin sesuai dengan sequence penyajian materi yang akan diampaikan. Sedangkn filmstrip berbentuk film yang khusus, yaitu film yang digulung (roll film) dan memuat gambar biasanya berjumlah 50 sampai 75 buah.
            Oemar Hamalik (1985:91) mengemukakan bahwa slide dan filmstrip mengandung nulai-nilai sebagai berikut:
1.      Penyajian berupa satu unit atau satu kesatuan yang bulat.
2.      Menimbulakn dan mempertinggi minat murid.
3.      Setiap system dalam kelas melihat gambar yang sama dan dalam waktu yang sama.
4.      Merangsang diskusi kelas.
5.      Dapat dipertunjukkan pada ruang setengah gelap, todak seperti halnya gambar hidup (film).
6.      Lebih efesien.
7.      Dapat digunakan untuk semua bdang pengajaran dan juga untuk semua tingkat usia.

 BAB VII

MEDIA AUDIO

            Media audio berkaitan dengan indera pendengar, dimana pesan yang disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata atau bahasa lisan) maupun non verbal.
            Beberapa jenis media audio diantaranya adalah:
A. Radio
            Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan actual, dapat mengetahui beberapa kejadian   dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Oemar Hamalik (1985:125) mengemukakan : “radio is a power full education tool, teacher can use it affectively at all aducational levels and in nearly all phase of education”.

            Keuntungan radio sebagai media pendidikan dan pengajaran adalah:
1.      Harganya lebih murah dan dapat dibeli oleh sebagian besar masyarakat.
2.      Dapat dipindahkan dari suatu ruangan ke ruangan lainnya.
3.      Kalau radio tersebut memiliki tape recorder maka kita dapat merekam siaran-siaran yang penting kemudia dapat didengar kembali.
4.      Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak didik.
5.      Merangsang partisipasi aktif pendengar.
6.      Membantu memusatkan perhatian anak didik pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya.
7.      Dapat memberikan hal-hal yang lebih baik.
8.      Memberikan pengalaman-pengalaman dari dunia luar ke kelas.
9.      Mengatasi ruang dan waktu, mempunyai jangkauan yang luas dan dapat dihadirkan kedalam kelas.
10.  Memberikan berita autentik atau keterangan-keterngan yang asli  dan dapat dipercaya.
11.  Mendorong kreativitas anak didik, misalnya dalam bidang musik, drama, ajak, dan sebagainya.
12.  Berpengaruh terhadap pembentukan pribadi seseorang.

            Kelemahan-kelemahan radio sebagai media pembelajaran:
1.      Sifat komunikasi radio hanya satu arah. Disini hanya ada yang memberi dan menerima.
2.      Program radio telah disentralisir, sehingga guru kurang dapat mempersiapkan diri bersama anak didik secara baik.

            Langkah-langkah penggunaan radio sebagai media pengajaran:
     1. Langkah persiapan
            Dalam kegiatan ini harus diperhatikan tujuan program, jenis program, dan umur para siswa. Persiapannya adalah mengumpulkan bahan tentang siaran seperti buku petunjuk ataupun buku pegangan.
     2. Langkah penerimaan
            Dalam langkah ini guru dan siswa diharapkan melakukan kegiatan mendengarkan siaran dengan seksama. Guru dapat melakukan kegiatan seperti membuat catatan, menulis kata-kata yang baru atau kata-kata sulit di papan tulis.
     3. Kegiatan lanjutan
            Dalam langkah in dapat dilakukan berbagai kegiatan antara lain mengadakan diskusi, debat, forum, menarik kesimpulan, membaca buku, membaca peta mengadakan interview dengan orang-orang tertentu.

B. Alat Perekam Pita Magnetik
            Kaset tape recorder adalah alat perekam yang menggunakan pita dalam kaset. Pita tersebut digulung-gulung pada kumparan yang berada dalam kotak yang disebut kaset. Pita yang digunakan adalah pita magnetic, berupa pita plastic yang tipis dan elastis.
            Alat perekam mempunyai 3 buah putting yaitu:
1.      Puting perekam (record head) untuk merekam suara.
2.      Puting suara (play head) untuk menghasilkan suara.
3.      Puting penghapus (erax head) untuk menghapus suara.
            Langkah-langkah merekam suara:
1.      Sebelum merekam, pita digulung ke dalam kumparan pertama.
2.      Untuk merekam suara, motor penggerak harus dihidupkan.
3.      Dalam perjalanan dari kumparan penyalur ke kumparan penerima, pita dapat menyentuh puting penghapus untuk menghapus lama.
4.      Setelah melewati putting penghapus, pita berputar sambil menyentuh puting perekam sehingga suara tersebut di rekam pada pita.

            Keuntungan-keuntungan kaset tape recoder:
1.      Guru dapat mempersiapkan terlebih dahulu dengan baik.
2.      Guru dapat memutar kembali program yang telah disampaikan.
3.      Mata pelajaran dapat disajikan diluar kelas.
4.      Dapat menimbulkan banyak kegiatan
5.      Sangat efisien untuk mengajarkan bahasa.
6.      Kaset yang tidak dipakai lagi dapat dihapus dan diisi dengan program lainnya.

            Kelemahan kaset tape rekorder:
1.      Daya jangkauannya terbatas di tempat program yang disajikan.
2.      Biaya pengadaannya bila untuk sasaran yang banyak jauh lebih mahal.

C. Laboratorim Bahasa
            Laboratorium bahasa adalah alat untuk melatih siswa untuk mendengar dan berbicara dalam bahsa asing dengan jalan menyajikan materi pelajaran yang disiapkan senelumnya. Didalam laboratorium siswa duduk sendiri-sendiri pada bilik akuistik dan kotak suara yang telah tersedia. Sisiwa mendengarkan suara guru atau suara radio cassette melalui headphone. Dengan demikian siswa dapat dengan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuatnya.

BAB VIII

MEDIA AUDIO VISUAL GERAK

A. Film Bersuara
            Film sebagai media audio visual adalah film yang bersuara. Film yang dimaksud disini adalah film sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan.
            Banyak hal-hal yang dijelaskan melalui film, antara lain tentang proses yang terjadi dalam tubuh kita, kejadian-kejadian alam, tatacara kehidupan di negara asing, sejarah kehidupan orang-orang besar, dan lain-lain.
            Keuntungan atau manfaat film bersuara sebagai media pengajaran:
1.      Film dapat menggabarkan suatu proses.
2.      Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu.
3.      Pengambarannya bersifat dimensional.
4.      Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni.
5.      Dapat menyampaikan suara seseorang ahli sekaligus melihat penampilannya.
6.      Kalau film tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.
7.      Dapat menggambarkan teori sains dan animasi.

            Kekurangan dari film bersuara adalah:
1.      Tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film di putar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.
2.      Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu cepat.
3.      Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.
4.      Biaya pembuatan dan peralatannya cukup tinggi dan mahal.
            Film yang baik adalah film yang dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam hubungannya dengan apa yang dipelajari.

B. Langkah Penggunaan Film
     1. Langkah persiapan guru
            Guru harus mempersiapkan unit pelajaran, kemudian baru memilih film yang tepat untuk mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.
     2. Mempersiapkan kelas
            Audien dipersiapkan dahulu supaya mereka mendapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikiran mereka sewaktu menyaksikan film tersebut.
     3. Langkah penyajian
            Dalam hal penyajian ini harus disiapkan perlengkapan seperti proyektor, layer, pengeras suara, power cord, film, ekstra roll, dan tempat proyektor.
     4. Aktivitas lanjutan
            Aktinitas lanjutan ini dapat berupa tanya jawab, guna mngetahui sejauhmana pemahaman audien atau siswa terhadap materi yang disajikan.
            Oemar Hamalik (1985:109-110) mengemukakan bahwa film yang baik memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1.      Dapat menarik minat anak.
2.      Benar dan autentik.
3.      Up to date dalam setting, pakaian dan lingkungan.
4.      Sesuai dengan tingkatan kematangan audien
5.      Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar.
6.      Kesatuan dan sequence-nya cukup teratur.
7.      Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.

C. Televisi
            Oemar Hamalik (1985:134) mengemukakan : “Television is an electronic motion picture with conjoinded or attendant sound, both picture and sound reach the eye end ear simultaneously from a remote broadcast point”.  Televisi sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Televise juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai dengan komentar penyiarnya.
            Televise sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain:
1.      Bersifat lngsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2.      Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara.
3.      Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4.      Dapat mempertunjukkan banyak hal dan beraneka ragam.
5.      Banyak memperhunakkan sumber-sumber masyarakat.
6.      Menarik minat anak.
7.      Dapat melatih guru, baik dalam pre-service maupun dalam intervice training.
8.      Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.
           
            Adapun kelemahan-kelemahan TV sebagai media pengajaran, sama halnya yang terjadi pada film sebagaimana telah di jelaskan terdahulu.

 BAB XI

DRAMATISASI, DEMONSTRASI, DAN LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

A. Dramatisasi
            Dramatisasi adalah teknik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pengajaran melalui  dramatisasi dapat dilakukan dalam bentuk pageant, pantonim, tableau, bermain peran, atau sosio drama.
            Keuntungan yang diperoleh dari dramatisasi:
1.      Menyalurkan ekspresi anak-anak kedalam kegiatan yang menyenangkan.
2.      Mendorong aktivitas, inisiatif, dan kreativitas anak.
3.      Memahami isi cerita, karena mereka ikut memainkan peranan di dalamnya.
4.      Membantu untuk menghilangkan perasaan malu, rendah diri, keseganan, dan kemurungan pada anak.
5.      Memupuk rasa saling membantu dan kerja sama antara satu dengan tang lainnya.

            Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan dramatisasi :
1.      Mempersiapkan siuasi untuk memulai drama.
2.      Menjelaskan kepada anak-anak apa yang diharapkan dari hasil dramatisasi yang dilakukan.
3.      Menugaskan untuk memegang peran tertentu kepada anak-anak.
4.      Mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan para pelaku.
5.      Pelaksanaan drama.
6.      Menilai drama tersebut secara besama-bersama antara guru dan siswa.

B. Demonstrasi
            Demonstrasi merupakan teknik mengajar yang telah digunakan sejak lama. Seorang ibu yang mengajarkan cara memasak suatu makanan kepada anaknya adalah dengan mendemonstrasikan di muka mereka.
            Perbedaannya dengan dramatisasi adalah pada demonstrasi ini pada umumnya gurulah yang mendemonstrasikan atau mempertunjukkan bagaimana cara bekerja atau melakukan sesuatu kemudian barulah siswa mengikutinya sebagaimana petunjuk guru.
            Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demonstrasi:
1.      Mengetahui latar belakang dan kepeluan yang akan dihadapi.
2.      Melukiskan pokok persoalan yang diperbincangkan di papan tulis atau kertas untuk dibagi-bagikan.
3.      Mengatur waktu sedemikian rupa.
4.      Adakan diskusi setelah demonstrasi berakhir.
5.      Sediakan waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan demonstrasi yang dilakukan.
6.      Mengambil kesimpulan dan melakukan ulangan.
            Menurut Oemar Hamalik (1985:169), demonstrasi itu efektif apabila:
1.      Setiap langkah dari demonstrasi harus dapat dilihat dengan jelas oleh siswa.
2.      Semua penjelasan secara lisan hendaknya dapat didengar secara jelas oleh siswa.
3.      Anak-anak mengikuti, dan pada prinsipnya mereka harus tahu apa yang sedang diamati.
4.      Demonstrasi harus direncanakan dengan teliti.
5.      Guru sebagai demonstrator harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan lancar dan efektif.
6.        Demonstrasi hendaknya dilaksanakan pada saat yang tepat.
7.      Beri kesempatan kepada anak-anak untuk berlatih apa yang telah mereka amati.
8.      Siapkan semua alat yang diperlukan sebelum demonstrasi dimulai.
9.      Demonstrasi hendaknya disertai dengan ringkasannya di papan tulis.
10.  Jangan melupakan tujuan pokok.
11.  Lakukan try out terlebih dahulu sebelum demonstrasi dilaksanakan.
12.  Buat laporan tentang hasil demonstrasi itu.
            Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan sebelum demonstrasi dimulai  adalah sebagai berikut:
1.      Persiapkan alat-alat yang diperlukan.
2.      Guru menjelaskan kepada anak-anak apa yang direncanakan dan apa yang dikerjakan.
3.      Guru mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup singkat.
4.      Guru mengulang kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan-alasan setiap langkah.
5.      Guru menugaskan kepada siswa agar melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan.

C. Lingkungan

RESUME BUKU MEDIA PEMBELAJARAN Rating: 4.5 Diposkan Oleh: dicha erlangga

0 comments:

Post a Comment

Please jangan Komentar spam, karena sudah dipermudah untuk berkomentar